Sekilas Info

172 Pemain Judi Online di Aceh Dijerat Hukuman Cambuk Sebanyak 12 Kali

Hukuman Cambuk di Aceh. (Foto : Ilustrasi Istimewa)

JAB | BANDA ACEH - Sebanyak 172 pemain judi online (Judol) yang ditangkap personel Kepolisian Polda Aceh terhitung sejak bulan Mei hingga Juni akan dijerat dengan Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat dengan ancaman hukuman 12 kali cambukan.

Kapolda Aceh Irjen Pol Achmad Kartiko mengatakan pihaknya tetap menggunakan Qanun Aceh untuk bisa menjerat para pemain judi online yang sudah ditangkap sejak bulan Mei lalu.

“Di Provinsi Aceh ini kita ada Qanun Nomor 6 Tahun 2014 di situ ada pasal 18 tentang maisir. Ini para pelaku ini bisa dijerat, kalau di KUHP tidak bisa, tapi kalau di qanun bisa di tahan bisa dijatuhi hukuman cambuk sebanyak 12 kali, bisa juga di denda emas hingga penjara 12 bulan,” kata Achmad Kartiko kepada wartawan di Mapolda Aceh, pada Rabu (26/06/2024).

Menurutnya pemberlakuan qanun itu karena Aceh ada keistimewaan soal regulasi. Sehingga siapapun yang berdomisili di Aceh wajib tunduk ke qanun tersebut.

“Karena kita di Aceh ada keistimewaan, siapa pun yang berdomisili di Aceh tunduk pada qanun Aceh. Makanya qanun Aceh ini sangat berat hukumannya, karena pelaku saja pemain aja bisa di tahan,”ujarnya.

Ia merincikan sejak Mei-Juni ada 151 kasus judi online dan rata-rata mereka yang ditangkap sebagai pemain dengan jumlah tersangka 172 orang dengan barang bukti handphone dan uang tunai senilai Rp 42 juta.

Meskipun uang yang diamankan nilainya kecil, kata Achmad Kartiko ia yakin para pemain ini sudah melakukan top up berulang kali.

“Total dari Bulan Mei sampai saat ini 151 kasus jumlah tersangka 172 orang jumlah barang bukti uang 42 juta. Memang uangnya tidak terlalu besar, tapi kalau banyak bisa menimbulkan kekhawatiran juga,” katanya.

Sebagian besar para pemain judi online di Aceh di tangkap di kedai kopi, sehingga Polisi mengimbau agar pemilik usaha warkop untuk melaporkan jika ada pengunjung yang bermain judi online.